Wednesday, 29 September 2010

Analisis Kelayakan Bisnis Lobster Air Tawar

         Keluar dari bahasan bisnis online dulu, dan mencoba serius dalam bidang usaha ini, maka saya mencoba  menganalisa studi kelayakan usaha lobster air tawar skala rumahan ini, dibawah ini merupakan penjelasan yang singkat mengenai analisis usaha tersebut.
Analisis ini relatif merupakan asumsi sendiri, semoga bermanfaat dan terinspirasi.


A. RINGKASAN EKSKLUSIF
Keberadaan lobster air tawar di Indonesia dapat dikatakan sesuatu yang baru, khususnya lobster Cherax quarricarinatus atau yang biasa disebut red claw. Red claw berasal dari Queenland, Australia. Namun ada juga yang tersebar di Amerika Serikat sampai perairan Papua, Indonesia. Jenis red claw memang memiliki keunikan, yaitu warna tubuhnya biru laut. Padahal, biru itu sendiri hanya dapat ditemukan pada ikan hias air laut. Dengan demikian, lobster air tawar tindak hanya dijadikan sebagai udang konsumsi, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai udang.
Red claw dapat hidup di berbagai habitat. Hanya saja untuk meningkatkan produktivitas untuk berkembang biak, red claw cendrung cocok pada suhu 20 - 40° C. kondisi tersbut sangat sesuai dengan iklim Indonesia, sehingga sangat mendukung serta menguntungkan jika dibudidayakan. Proses pembudidayaan red claw di Indonesia tidak membutuhkan heater yang berfungsi untuk merangsang suhu tinggi seperti yang biasa dilakukan pada habitat aslinyadi Queensland jika suhu terlalu rendah.
Red claw dapat tumbuh mencapai berat 500 gram dengan panjang ± 50 cm. Selain itu, lobster ini mampu hidup 4 – 5 tahun. Red claw memiliki produktivitas yang sangat tinggi, dalm setahun, seekor red claw betina mampu bertelur sebanyak 400 kali dan menghasilkan telur dan anaknya.
Pembudidayaan red claw dari sagi ekonomis sangat menguntungkan mengingat investasi serta perawatan relatif kecil jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan. Keuntungan tersebut dapat diperoleh dari penjualan lobster ketempat penjualan ikan hias atau kolektor sebagai udang hias, ke hotel-hotel berbintangrestoran-restoran sebagai makanan yang bercitra rasa tinggi. Red claw memiliki daging yang kenyaldan rasa yang gurih, di samping itu juga memiliki tingkat kolestrol, lemak dan kandungan garam yang rendah sehingga aman di konsumsi berbagai kalangan.

B. PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Usaha
Jika dibandingkan dengan udang-udang yang lainnya (udang windu, galah dan vanamei), lobster air tawar lebih mudah dibudidayakan. Ini dapat dilihat dari budidaya yang diterapkan cukup sederhana sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja yang tertarik mengusahakannya. Lobster air tawar dapat dibudidayakan di aquarium maupun di kolam dan tidak dibutuhkan lahan yang luas.
Kelebihan lain lobster air tawar yaitu karakternya tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.
Jika dilihat dari lingkungan alam, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya lobster air tawar. Iklim dan siklus musim memungkinkan lobster dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Selain kondisi iklim yang sangat mendukung, sumber pakan alami bagi lobster tersedia cukup banyak di alam dan mudah diperoleh. Dapat dipastikan bahwa pada masa yang akan datang, Indonesia akan menjadi salah satu negara produsen utama sekaligus pemasaran terbesar lobster air tawar di pasar internasional. Namun demikian, itu semua harus di dukung oleh Sumber Daya manusia (SDM) yang andal dan sistem pengolahan yang baik.
Selain dari budidaya yang cukup sederhana, berkembangnya usaha lobster air tawar sebenarnya tidak lepas dari tingginya permintaan pasar, terutama pasar ekspor. Jepang merupakan potensi pasar yang paling besar di Asia. Masyarakat Jepang memang sangat terkenal menykai ikan dan udang, termasuk lobster air tawar. Setiap tahun negara tersebut menginfor lobster dari beberapa negara produsen lobster, terutama Australia. Selain Jepang, negara Asia lainnya seperti Malaysia, Hongkong, Cina, Taiwan, korea dan Singapura juga mengimpor lobster. Masyarakat di negara-negara dari belahan dunia pun seperti Amerika Serikat, Kanada, Pancis, Belanda, Jerman, Belgia, Selandia Baru, dan Australia menjadikan lobster makanan favorit karena yakin bahwa mengkonsumsi lobster air tawar lebih sehat dibandingkan dengan makanan laut.
Tidak hanya pasar ekspor yang mendominasi pemasaran lobster air tawar. Saat ini, pasar lobster dalam negeri juga marak, terutama diberbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta. Namun demikian, pemasarannya masih terbatas di restoran dan hotel-hotel berbintang. Umumnya lobster dijadikan menu istimewa dengan harga yang sangat tinggi.
  1. Rencana Bisnis
Dalam suatu usaha yang akan dimulai hendaknya memiliki rencana dalam penyusunan langkah kerjanya. Rencana bisnis ini yaitu akan melakukan pembenihan udang lobster yang mempunyai kualitas benih yang baik tentunya. Selain itu, pemasaran hasil akan dilakukan keberapa tempat yang telah di lakukan survei atau pemantauan di lapangan akan mengejar produksi dengan kualitas yang lebih dapat diandalkan oleh para konsumen yang akan membeli benih lobster.

C. ORGANISASI/ MANAJEMEN
1. Stuktur Organisasi
2. Fungsi dan Tugas
Dalam berbagai struktur dan organisasi terdapat beberapa bidang yang dicantumkan. Masing-masing mempunyai fungsi yang harus dikerjakan. Fungsinya dan tugasnya antara lain:
· Direktur
Fungsi direktur adalah memantau dan meratifikasi keputusan strategis menajerial untuk melindungi kepentingan kepemilikan. Tugasnya adalah mempunyai peranan tambahan melindungi hubungan kontrak antara perusahaan dan menejernya, termasuk pengajian, soal disiplin, dan penentuan kebijakan penggajian karyawan.
· Manejer
Manejer menggunakan kebijaksanaan mereka saat mengambil keputusan yang strategi ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan memperoleh keunggulan bersaing. Oleh karena itu, cara menejer mengambil penilaian dalam menentukan tindakan strategis yang layak dalam menerapkannya merupakan hal yang sangat penting bagi suksesnya perusahaan.
· Sekretaris
Mencatat segala agenda kegiata perusahaan baik di dalam maupun di luar perusahaan serta melakukan kegiatan administrasi lainnya.
· Teknisi
Mengatur an mempunyai tanggung jawab dalam penanganan proses pembenihan, segala permasalahan dari proses usaha pembenihan, pakan, kualitas air, dan penyakit.
· Bendahara
Pemasukan dan pengeluaran uang baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak dicatat oleh bendahara. Ini akan memudahkan bagi perusahaan untuk dapat mengontrol keuntungan dan kerugian yang diperoleh tiap bulan ataupun tiap tahunnya
· Accounting
Melakukan perhitungan rugi-laba perusahaan dan melakukan survey pasar dan harga pasaran yang menguntungkan bagi perusahaan
· Mekanik
Mengatur dan mempunyai tanggung jawab dalam penanganan peralatan kerja mekanik dan pelistrikan.
· Lab
Mengatur an mempunyai tanggung jawab dalam penangan kualitas air, media pemeliharaan, dan menganalisa penyakit yang menjangkit biodata yang dipelihara.
· Operator
Pelaksanaan teknis di lapangan berdasarkan arahan dari tenisi, mekanik, dan bagian lab.
 Asumsi diatas hanya untuk informasi kelengkapan saja, untuk skala rumahan mungkin hanya owner dan pekerja saja yang diperlukan.


D. PEMASARAN
1. Produk
Produk yang dipasarkan adalah produk hidup, yaitu benih lobster red claw dengan ukuran 5 – 7 cm yang mempunyai kelebihan bentuk tubuhnya unik kerena memeiliki capit yang sangat besar. Selain itu juga, lobster ini dapat dikonsumsi dan bagi hobiis ikan hias, lobster ini dapat dijadikan udang hias yang dipajang di depan rumah.
2. Sasaran
Sarasan konsumen benih lobster red claw adalah toko-toko yang menjual udang hias dan pembudidayaan lobster yang membesarkan lobster hingga ukuran konsumsi.
3. Wilayah Pemasaran
Wilaya pemasaran yang akan dijajaki oleh adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali.
4. Strategi Pemasaran
Strategi pasar untuk memikat konsumen yang dijalankan adalah dengan memproduksi benih lobster dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta memadai dan dengan harga jual standar pasaran. Selain itu produ tersebut masih dalam keadaan hidup dan pesanan dalam jumlah besar diantara langsung ke konsumen.

E. PRODUKSI/ OPERASI USAHA
1. Proses Produksi
Proses produksi dimulai dari pemeliharaan induk lobster yang akan digunakan sebagai penghasil telur dan anakan lobster. Syarat-syarat calon induk lobster adalah umur induk 6-7 bulan, pertumbuhan calon induk cepat agar secara genetis sifat itu menurun dan nafsu makan tinggi. Setelah calon induk di seleksi, tahap selanjutnya adalah perwatan calon induk. Jumlah dan prekuensi pakan induk harus tepat dan berprotein tinggi untuk mendukung pertumbuhan induk. Setelah induk matang gonat, induk jantan dan betina dimasukan ke bak/ aquarium dengan perbandingan 1 : 2 dan dibiarkan memijah secara alami pada malam atau pagi hari..
Setelah induk melakukan perkawinan, 19 hari kemudian induk betina akan mengeluarkan telur dan menempel pada kaki renang. Induk betina harus segera dipindah ke aquarium soliter. Tujuannya agar induk yang sedang mengeram tidak terganggu oleh indu yang lain. Setelah 5 minggu dierami, telur lobster akan segera menetas. Telur yang telah menetas di biarkan beberapa hari di kaki reang induknya sampai ada larva lobster yang keluar dari kaki induknya. Setelah ada larva yang keluar dari kaki indunya, dilakukan perontokan larva. Setelah larva dirontokan semua, induk dapat segera diangkat. Setelah itu dilakukan proses perawatan larva, daiantaranyadengan pemberian pakan, pengolahan kualitas air, dan pengontrolan larva.
Benih yang telah berumur 1 bulan sebaliknya dipindahkan di aquarium pemeliharaan. Setelah dipelihara 1,5 – 2 bulan, benih lobster siap dipanen dan siap untu dipasarkan.
2. Alur Produksi

3. Kapasitas Produksi
Asumsi kapasitas produksi yang dihasilkan adalah 200 ekor benih/ induk. Jadi dengan penyediaan induk 15 pasang, maka produksi mencapai 3000 ekor benih dengan ukuran PL 4 – 6. Usaha ini beroperasi 4 siklus dalam 1 tahun. Jadi dalam 1 tahun, dapat memprosuksi benih lobster sebanyak 12.000 ekor.
4. Utilities/ Sarana Produksi
Sarana yang digunakan untuk proses produksi benih lobster air tawar adalah:


o Reservoar
o Bak pemeliharaan induk
o Aquarium perkawinan
o Aquarium pengeraman dan penetasan
o Aquarium pemeliharaan benih
o Pipa paralondan rester
o Aerator
o Mesin pompa
o Heater
o Water test Kit Digital
o Rak aquarium
o Baskom
o Ember
o Selang
o Kondom Panen
o Serok
o Gayung
o Spons
o Genset
o Kantor
o Mess karyawan
o Lab basah
o Timbangan


Prasarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha pembenihan lobster air tawar adalah:
o Transportasi (sepada motor, pickup, truk)
o Telekomunikasi ( telepon/ hand phone)
o Penerangan (listrik/ PLN)
o Sumber air tawar ( PDAM, sumur bor, air hujan)

F. KEUNTUNGAN
Beberapa asumsi yang digunakan dalam menghitung biaya dan pendapatan dalam pembenihan lobster air tawar dengan pengusahaan selama 1 tahun ( 4 siklus0, dengan SR benih sebesar 85%, dan harga jual benih PL 4 – 6 Rp 5.000,00/ekor.
Tabel investasi
No.
Uraian
Jumlah (unit)
Harga/ unit
Harga Total
1
Induk
15
Rp 500.000
Rp 7.500.000
2
Rak aquarium
2
Rp 300.000
Rp 600.000
3
Aquarium
8
Rp 100.000
Rp 800.000
4
Aerator
1
Rp 1.000.000
Rp 1.000.000
5
Pipa dan selang aerator
1
Rp 50.000
Rp 50.000
6
Pipa paralon 0,5-5 inchi
Rp 50.000
Rp 50.000
7
Pembuatan bak
5
Rp 300.000
Rp 1.500.000
8
Perlengkapan lain
Rp 300.000
Rp 300.000
TOTAL
Rp 11.800.000
Tabel Biaya Operasional
No
Uraian
Total Harga
1
Pakan
Rp 270.000
2
Listrik
Rp 240.000
3
Biaya perawatan alat
Rp 300.000
4
Bunga bank
Rp 2.370.000
5
Gaji staff
Rp 4.800.000
TOTAL
Rp 7.980.000
Tabel Estimasi Pendapatan
No
Uraian
Jumlah
1
Penerimaan penjualan 200 ekor/induk x 15 induk x 4 siklus x 85% x @Rp 5.000
Rp 51.100.000
2
Total biaya operaso
Rp 7.980.000
3
Pendapatan = penerimaan - Total biaya operasional
Rp 43.020.00
4
Pendapatan/ bulan
Rp 3.585.000

Return Cost Ratio (R/C ratio)
Dengan R/C ratio 5,39, berarti setiap penambahan biaya sebesar Rp 1.000,00, maka akan diperoleh tambahan penerimaan sebesar Rp 5.390,00, dengan demikian, usaha pembenihan lopster air tawar layak untuk di usahakan.

Reaksi:

4 komentar:

  1. berawal dr mimpi sob,sekarang uda mulai pengerjaan..smangat..!!

    ReplyDelete
  2. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan OVULAS untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    ReplyDelete
  3. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan AEROTUBE untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    ReplyDelete