Tuesday, 24 August 2010

Hubungan Al-Qur'an dengan Keyword di Search Engine

Dalam Suasana Ramadhan kali ini, ternyata banyak hal yang saling terhubung, demikian pula dengan Keyword Search Engine. Dalam hal ini timbul pertanyaan “Bagaimana kalau pesaing saya juga menggunakan kata kunci yang sama? dan bagaimana nanti ada 1000 orang menggunakan kata kunci yang sama?”.Ternyata kata kunci tidak setiap page dapat terangking dengan baik di search engine. Algoritma search yang berbeda akan selalu mencari pola tekstual dan proses relevansi link data yang berbeda pula. Banyak search engine yang melakukan perubahan didasarkan pada nilai-nilai tertentu yang mereka cari antara lain:

  • Berapa banyak tingkat kompetisinya atas suatu keyword.
  • Berapa banyak authoritative hubs yang ada di bidang tertentu.
  • Berapa panjangnya page copy-nya.
  • Score relevansi atas top rangking page.
Dalam kaidah sidik jari, setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.

Dalam kitab suci Al-Quran juga sudah disebutkan. Saat dikatakan dalam Al Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4)

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain. Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Semoga Bermanfaat dan terinspirasi

Reaksi:

2 komentar:

  1. hmm, hebat nih sob bisa menulis artikel dengan judul yg menurut saya pribadi agak mengherankan..

    tapi dengan artikel yg kmu tulis ini aku menjadi mengerti arti judul artikel ini...

    oya sob link kamu udah di pasang di Link Sahabat

    terimakasih sob atas kerja samanya..

    ReplyDelete
  2. makasih sebelumnya dah mampir..

    ReplyDelete