Monday, 26 July 2010

Cara Menulis Email yang Menjual

Bagaimana sebenarnya menulis email yang menjual? Berikut ini saya mencoba memberikan gambarannya.

1. Membuat judul email yang menarik perhatian.
Judul email adalah sangat penting dalam email marketing. Judul email adalah sama dengan Headline sebuah berita jika itu dikoran. Maksudnya, buatlah judul email anda menarik perhatian sang penerima email untuk membuka email anda. Buatlah penerima email anda menjadi penasaran dengan email yang anda kirimkan. Intinya Judul email sangat Penting dan prioritas! 

Yang penting jangan melakukan kebohongan dalam mengirim email, apa yang tertulis dijudul harus berhubungan dengan isi email. Sebab email marketing dibangun atas dasar kepercayaan dan berorientasi hubungan persahabatan jangka panjang, terutama dengan kastemer dan calon kastemer anda.

Dalam menulis judul hindari dengan megawali judul dengan tandan bintang (*), seru (!), tanya (?), dollar ($) dan simbul simbul lainnya. Biasanya judul seperti ini akan langsung didelet oleh si penerima, karena diindikasikan spam.


2. Personalkan email anda kepada setiap individu (dengan
menyebut nama penerima email).
 
Usahakan menyebut nama si penerima email dalam email anda. Nama lengkap atau panggilan juga tidak masalah. Karena dengan menyebut namanya, penerima akan lebih akrab dan rasa personalitasnya terasa.

3. Ingatkan kepada mereka siapa anda, dan darimana anda
mendapatkan kontak dengan mereka.
Jika anda mengirim email kepada seseorang pertama kali, atau sudah lama tidak
mengontak mereka, segera ingatkan mereka siapa anda dan dari mana anda tahu email mereka dalam baris awal email anda.

4. Ungkapkan keuntungan bagi penerima email pada baris atau
paragraf pertama.

Dalam email marketing, usahakan mendapatkan manfaat atau keuntungan jika seseorang menerima email dari anda. Dan keuntungan/manfaat yang mereka terima tulislah dalam paragraf pertama.

5. Tulis email yang singkat dan to the point aja.
Tulislah email dengan singkat dan to the point saja. Biasanya orang akan jadi malas membaca jika dia sudah melihat emailnya terlalu panjang.
Dapatkanlah waktu dari penerima email untuk membaca keseluruhan email anda. lebih bagus email anda sudah selesai dibaca dalam waktu 30 detik sampai dengan 1 menit.

6. Katakan kepada pembaca anda (penerima email) bagaimana
menghubungi anda, terutama untuk melakukan order barang
yang anda jual.


Nah jangan lupa juga mencantumkan alamat kontak bagaimana seseorang menghubungi anda.
Ini penting untuk menghindari calon kastemer yang potensial hilang begitu saja.

Semoga bermanfaat

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment